Slide Title 2

Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.

Slide Title 3

In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kamis, 21 November 2013

Konfigurasi Static NAT [Latihan Packet Tracer Ep-7]

Network Address Translation digunakan untuk mengubah/convert dari ip local ke IP global. Munculnya metode NAT ini karena adanya keterbatasan IP public sehingga umumnya perkantoran atau sebuah perusahaan menggunakan IP private/local. NAT terbagi menjadi dua yaitu static dan dynamic. Kali ini kita akan coba setting NAT secara static.  

Jaringan yang digunakan masih menggunakan jaringan sebelumnya dengan ada penambahan 1 buah router (R5) dan LAN E,maka setting terlebih dahulu penambahan tersebut. R5 kita anggap saja sebagai router terluar dari LAN E yang terhubung ke ISP. LAN E merupakan sebuah perkantoran sedangkan R1,R2,R3,R4 dan jaringan LAN yang ada di dalamnya kita anggap sebagai ISP.
Nantinya daerah interface fa1/0 pada R5 yang mengarah ke LAN E akan dinyatakan sebagai inside nat, sedangkan interface fa0/0 dari R5 akan menjadi outside nat.
Laptop 2:


PC7:


R5:


R3:


Konfigurasi NAT di R5:
langkah2 nya adalah sebagai berikut:
1. Tentukan ip nat source addressnya dengan command sebagai berikut:
R5(config)#ip nat inside source static 192.168.50.17 35.35.35.5
2. Tentukan interface yang menjadi area outside maupun inside
R5(config)#int fa0/0
R5(config-if)#ip nat outside
R5(config-if)#int fa1/0
R5(config-if)#ip nat inside
Konfigurasi pada router R5:


Untuk melihat hasil konfigurasi NAT ada dua  yaitu:
R5#sh ip nat statistic
atau R5#sh ip nat translation



kemudian lakukan ping dari PC3 ke Laptop 1, dan ping dari PC5 ke PC7, lalu lihat perubahan pada translationnya:

0 komentar:

Posting Komentar