Slide Title 2

Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.

Slide Title 3

In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kamis, 13 Februari 2014

Kegiatan RF Planning engineer

Ada beberapa hal yang umumnya dilakukan para engineer dalam merancang alokasi Radio frekuensi dalam artian sederhana adalah merancang penyediaan akses untuk para user yang ingin akses layanan telekomunikasi. Berikut secara umum kegiatan dari RF Planning tersebut

1. Nominal Pan / Site Planning

Dalam melakukan Nominal plan kita dibantu dengan planning tools seperti Atoll, ASSET,Unet, NetAct, dsb. Nominal Plan tersebut merupakan kegiatan merancang coverage suatu BTS dengan menggabungkan konsep link budget dan hasilnya jika kita menggunakan tools akan terlihat seperti pewarnaan peta seperti gambar dibawah:


Perancangan ini umumnya mnucul dalam pembangunan new site maupun perbaikan/optimalisasi coverage berdasarkan laporan complain di daerah berasangkutan. Secara case business, umumnya tim marketing akan memberikan areanya dan tugas seorang engineer adalah membantu dalam pembuatan bordernya. Kemudian seoorang engineer memperhatikan dimensioningnya sebagai contoh apabila di area tersebut memiliki utilitas yang tinggi dan TCH blocking yang besar pula maka di perlukan cell splitting sebagai optimalisasi dalam hal trafik sharing, mengupgrade trx serta solusi lainnya adalah dengan add site collocation.
Setelah perancangan border diatas diajukan kembali ke tim marketing dan disetujui maka tim engineer tersebut mulai melakukan planning site. Dengan istilah nominal plan, para engineer akan memberikan titik-titik site pada peta yang tersedia pada tools yang digunakan. Dasar-dasar penentuan titik-titik site yang dirancang dianataranya menggunakan:

1. Koordinat Longitude (bujur) dan latitude (lintang)
2. Type antenna yang digunakan, sebagai contoh omnidirectional atau three directioanal
3. Spesifikasi antenna berupa tinggi antenna, tilting (kemiringan antenna)
4. Tipe kabel feeder yang digunakan yang bergantung pada karakteristik clutternya seperti dense urban, urban, suburban, dan rural. Sebaiknya gunakan resolusi 5m pada tools dalam merancang tipe feeder untuk daerah dense urban dan urban agar mengahsilkan impleeantasi di lapangan lebih baik.

Setelah perancangan site dilakukan maka lakukan update pada database dan update pula propagasi modelnya dimana harus dilakukan drive test setiap clutter , lalu analisis nilai K yang mendekati lingkungan aslinya . Sampai disini, implementasipun dapat dilakukan dan harus di drive test dan jangan lupa menyetting level signal ditiap level coveragenya. Berikut contoh hasil validasi  coverage dengan hasil tuning propagasi modelnya yang bisa kita sebut pula hasil dari nominal plan:


2. DRM
DRM merupakan singkatan dari Data Review Marketing, dimana pada proses ini akan dilakukan survey dari Marketing terhadap hasil data nominal plan. Dalam hal ini masih dilihat apakah hasil tersebut benar-benar sesuai dengan kenyataan atau tidak, dan untuk itu para engineer harus menyiapkan data-data yang baik dan sesuai sehingga implementasi dapat dilakukan segera.
                 
3.  CDR/CDD/PES
Setelah sitelist hasil nominal plan dan physical antenanya telah ada , maka dilakuakan pengintegrasiannya dalam bentuk CDR,CDD, atau PES. Ketiga istilah ini sebenarnya mengandung arti yang sama , hanya perbedaan penyebutan istilah dari beberapa vendor. Pada vndor ericsson untuk 2G digunakan istilah CDD (Cell Data Design) dan untuk teknologi 3Gnya menggunakan istilah CDR (Cell Data Design Request). Sedangkan vndor Nokia menggunakan istilah PES (Paramater Entry Setting). Integrasi ini akan dilakukan tim RNP dan degenerate oleh Back office(Huawei), INOC(ericsson), GNIC(Nokia). Ada 4 Type integrasi yang dilakukan diantaranya:

1. New site:pembuatan site baru
2. Swap : penggantian perangkat yang berbeda vendor
3. Modernisasi: pembaharuan perangkat
4. Rehoming: Perpindahan BSC(pada 2G) atau perpindahan RNC (pada 3G)
5.Reparenting: Perpindahan MSC

Selain itu ada beberapa parameter yang harus diperhatikan, berikut list-list parameter yang umumnya digunakan:
-        -  Parameter untuk 2G (basis TDMA): baseband hop, synthesized hop, syn ad hoc, dsb.
-        -  Parameter untuk 3G (basis WCDMA):  scrambling code, CI, bcfId, RNC, LAC,RAC, neighbor plan, dsb.
Khusus untuk case site swap, modernisasi,rehoming dan reparenting, umumnya parameter-parameternya akan dimapping sesuai dengan perangkat baru dengan value yang sama sehingga para engineer seharusnya mengetahui dan hafal akan parameter-parameter yang digunakan berbagai perangkat vendor. 

1 komentar:

  1. sulhan apa kabar? ,.ternyata blog yg aku baca ini milikmu ya,.hahaha

    BalasHapus